
SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIII Aceh pada Selasa (16/7/2024), mengadakan pelatihan pendampingan operator Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, di Universitas Bumi Persada (UNBP) yang berada di Kota Lhokseumawe.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi pelaporan IKU bagi perguruan tinggi swasta wilayah Kota Lhokseumawe dan sekitarnya.
Kegiatan itu diikuti operator dari sejumlah kampus, di antaranya, UNBP, Universitas Almuslim, Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Universitas Muhammadiyah Mahakarya (UMMAH) Aceh.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Lhokseumawe, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Nasional, STIKes Darussalam Lhokseumawe, STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, Sekolah Tinggi Hukum Al-Banna.
Akademi Kebidanan Munawarrah Bireuen dan Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe.
“Selamat datang ke UNBP. Kami selaku tuan rumah juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta dan para narasumber yang sudah hadir dalam egiatan pendampingan IKU perguruan tinggi,” ujar Rektor UNBP Hari Toha Hidayat SSi MCs.
Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah XIII, Dr Ir Rizal Munadi, MM MT saat membuka kegiatan itu memotivasi semua perguruan tinggi di Aceh supaya menjadi perguruan tinggi yang unggul, bukan hanya untuk Universitas Bumi Persada tapi untuk semua perguruan tinggi yang ada di Aceh.
“Kita harapkan dengan adanya pelatihan IKU bisa mendorong perguruan tinggi lebih bagus,” ujar Dr Rizal.
Narasumber hadir dalam kegiatan itu dari dari LLDikti Wilayah XIII, yaitu Ali Umar, SAg, MPd, Surya Dinata, SKom dan Aqmal, AMd.
“Harapannya semoga dengan pertemuan ini, sesama perguruan tinggi saling berkolaborasi bukan untuk saling bersaing, tapi saling memajukan pendidikan khususnya di Aceh,” kata Kepala LLDIKTI.
Dalam materi Aqmal AMd, memaparkan delapan standar IKU perguruan tinggi, pertama lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak.
Kedua mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus.
Ketiga, dosen berkegiatan di luar kampus, empat praktisi mengajar di dalam kampus.
Lima hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat atau mendapat rekognisi internasional.
“Keenam program studi sama dengan mitra kelas dunia, IKU 7 kelas yang kolaboratif dan partisipatif, terakhir IKU 8 program studi berstandar internasional,” pungkas Aqmal.